sysnix

sysnix

Jumat, 27 Agustus 2010

Google Storage - How it works

Google Storage - How it works

SYSNIX NECKLACE sinopsis

oleh Kcng Haber pada 27 Agustus 2010 jam 21:37
SINOPSIS :::: Sysnix necklace

Kota Crest Ave yang saat ini di tempati Kwizy bersama nenek yang di cintainya, terbilang sangat memuakkan.
Kwizy yang sejak kecil selalu di jauhi oleh teman-teman sebayanya itu menjadi seorang yang sangat introvert. Karena hampir semua orang yang di temuinya dan sempat berteman dengannya, maka akan menilai bahwa Kwizy adalah orang yang pantas untuk di jauhi.

Kwizy merasa dirinya normal seperti yang lainnya meskipun hari-hari kwizy selalu di warnai meskipun hari-hari kwizy selalu di bayangi oleh banyaknya mahluk aneh yang selalu menemuinya baik hanya di dalam mimpi tidurnya juga di kehidupan nyatanya.

Kwizy memiliki beberapa kelebihan yang dia sendiri tak menyadarinya, selain mampu membaca pikiran seseorang. kwizy pun mampu melumpuhkan orang yang berniat jahat kepadanya hanya dengan menatapnya.

Setelah mengalami kecelakaan di bukit zike yang terletak di sebelah barat kota Melbourne. semua keanehan yang sering di alaminya sejak kecil. kini menjadi Semakin nyata. Dan sulit untuk di terima dengan akal sehatnya.
Dan ternyata sumber dari semua keanehan itu melainkan di sebabkna oleh sebuah kalung pemberian seorang tentara kerajaan yang pernah bertemu dengan kwizy saat dirinya mengalami mati suri.

Kalung yang di di ketahui bernama Sysnix itu selalu memendarkan sinar dikala malam hari. Dan kalung tersebut di yakini kwizy menyimpan kekuatan yang amat dahsyat.

Suatu hari kalung tersebut memendarkan cahaya yang tak seperti biasanya, bahkan sinarnya hampir hampir mengalahkan terangnya lampu mercucuar yang terletak beberapa blok dari rumahnya. Cahaya yang di timbulkan oleh kalung tersebut menembus hingga atap rumahnya dan menembus hingga ke langit.
Dan saat itulah kalung tersebut telah membawa kwizy menembus dimensi waktu hingga ke jutaan tahun lalu, ke sebuah negeri yang belum pernah di lihat ataupun di dengarnya. Negeri yang sama sekali asing dan menyeramkan, karena negeri itu hampir tak pernah mengalami pergeseran waktu dari malam ke siang. Semua gelap gulita bahkan bulannya yang hampir tak pernah tenggelam hampir berwarna merah darah.
Di negeri yang diketahui bernama Xsimat itu,kwizy mendapatkan seorang teman yang membantunya kembali ke dunia asalnya lagi, dan teman yang bernama Zizil itu ternyat a berasal dari bangsa Orgx atau bangsa jin.

Hanya Moty sahabat satu-satunya tempat berkeluh dan satu-satunya orang yang mempercayai semua cerita-cerita kwizy.
Ternyata moty yang juga di kenal kutu buku dan banyak mengetahui tentang sejarah-sejarah kuno itu, memiliki sebuah buku yang menceritakan tentang kalung Sysnix.

Dan yang yang membuat kwizy berontak tak percaya, bahwa ternyata dirinya memiliki garis keturunan dari iblis hitam setelah melihat tanda yang berada di salah satu lengan kirinya yang selalu di tutupi oleh gelang yang tak boleh di lepaskan oleh neneknya.

Kwizy meminta Nenek Amy untuk menjelaskan kenapa dirinya bisa memiliki tanda seperti iblis hitam.
Namun naas saat Nenek Amy hendak bercerita tiba-tiba bibirnya terasa kaku tak bisa di gerakkan dan akhirnya nenek Amy meninggal saat itu juga.
Dan kematian nenek Amy itu bisa di pastikan penyebabnya adalah kaum iblis hitam.

Seorang kakek misterius bernama paman Onabe yang mengaku sebagai sahabat dari Mr Hans Stuart atau ayah dari Kwizy itu, menceritakan kejadian yang sebenarnya dan menawarkan kerjasama dan bergabung dengan kerajaan Xsimat yang telah menjadi musuh bebuyutan dari kerajaan Onix atau kerajaan iblis hitam.

Harapan rakyat Xsimat tertumpu kepada Kwizy yang tiba-tiba di akui sebagai seorang kesatria, yang menurut kitab Kendsyu salah satu kitab kepercayaan rakyat Xsimat.
Dan Kwizy dinobatkan menjadi seorang panglima perang di kerajaan Xsimat oleh sang Raja yang bernam Raja Arkam.

Zizil yang selama ini menjadi sahabat yang selalu mendampingi kwizy ternyata diam-diam menyukai Kwizy. Namun kwizy sama sekali tak menyadari dan mengetahuinya.
Karena Kwizy yang hampir belum pernah berpacaran itu telah menemukan cinta sejatinya kepada sang putri Raja yang bernama Marie.
Namun sayang sang putri sama sekali tak mengetahui akan perasaan kwizy, karen kwizy memiliki Kesulitan dalam mengutarakan perasaannya, meskipun Kwizy memiliki begitu banyak kesempatan untuk bersama sang putri.

Penyerangan pertama ke negeri Onix yang di pimpi langsung oleh Kwizy pun dilakukan. Namun sayang penyerangan yang dilakukan secara gerilya itu telah tercium oleh kerajaan Onix dan pertempuran pun terjadi di perbatasan negeri Onix, di sebuah lembah yang di penuhi dengan tulang belulang yang berserakan dimana-mana.
Bala tentara kerajaan Xsimat ditarik mundur ketika paman Onabe mengenali panglima perang tentara Onix adalah ayah kandung Kwizy.

Dilema melanda kwizy antara harus menumpas musuh yang telah membunuh nenek yang dicintainya,
Namun dia dihadapkan pada kenyataan bahwa salah satu musuhnya adalah ayahnya yang selama hidupnya tak pernah di jumpainya.

Target utama penyerangan iblis hitam, beralih kepada Kwizy, karena di ketahui memiliki kalung yang di yakini dapat membuat kekuatan mereka menjadi abadi.
Begitu juga dengan putri Marie yang diketahui kelahirannya bertepatan dengan saat penyatuan kekuatan sepuluh iblis hitam yang kini tersimpan di dalam kalung sysnix tersebut, juga menjadi incaran para iblis hitam untuk menjadi penyempurna dari kekuatan itu.

Persembunyian yang selalu berpindah-pindah setelah negeri Xsimat mengalami kekalahan saat perang kedua terjadi. Ternyata di ketahui oleh iblis hitam, dan ironisnya yang menemukan persembunyian itu adalah ayah kwizy sendiri. Dan pertempuran sedarah pun tak terelakan lagi hingga mengakibatkan terbunuhnya ayah Kwizy.

Kerajaan Xsimat mendapat bantuan tentara dari negeri Orgx, yaitu negeri jin yang ternyata di pimpin oleh Zizil yang setelah beberapa lama manghilang setelah mengetahui bahwa Kwizy menyukai sang putri. Kini ia kembali dengan ribuan bala tentara kaum Orgx yang siap membantu kerajaan Xsimat,

Pertempuran terjadi dalam waktu yang sangat lama, hingga sebagian tentara Orgx yang menderita luka-luka memlih mundur dari medan pertempuran.
Saat suasana semakin tak terkendali dan kacau, Moty pun muncul setelah beberapa lama menjadi sandera iblis hitam. Dengan membawa sebuah kitab yang berhasil dicurinya dari kerajaan Onix yang bernama Purte,
Dan dari dalam kitab purte itu kwizy mengetahui kelemahan dan cara penyatuan kalung sysnix.

Ritul pun dilakukan dalam keadaan terjepit dan terdesak oleh serangan iblis hitam yang semakin tak terkendali, dan setelah melakukan ritual penyatuan kekuatan kalung Sysnix. Raja Bats yang merupakan raja dari kerajaan Onix, berusaha menggagalkan rencana mereka penyatuan kalung dengan menyandera raja Arkam, atau ayah dari putri Marie. Setelah pertarungan yang sengit antara raja Bats dan Kwizy yang membuat Bats terlempar kedalam KORw, yaitu sebuah danau dengan lahar panas.

Dan ritual dilanjutkan hinga mencapai sempurna sampai akhirnya seluruh bumi berguncang hebat dan seakan ada sesuatu yang menghentikan seluruh mahluk hingga pertempuran terhenti seketika. Dan tiba-tiba seluruh Iblis hitam musnah dengan seketika.

SYSNIX NECKLACE BAB 1.

oleh Kcng Haber pada 22 Agustus 2010 jam 15:39
BAB 1;

Rumah nomor 78c yang terletak di jalan Crest Ave itu, kini tampak lengang setelah seorang anak muda berseragam putih dengan sebuah jas yang di tentengnya di lengan sebelah kiri itu menghambur dari pintu depan rumah dengan langkah tergesa.
Bahkan anak muda yang tergesa itu seolah tak menghiraukan suara parau Neneknya yang stenah berlari dari arah dapur membawakan sekotak roti panggang berlapis vegemite kesukaan cucunya itu.
Nenek yang tak sempat mencium kening cucunya itu, masih berdiri di ambang pintu sambil menatap cucunya yang berlari semakin menjauh dari pandangannya.
Dialah Mrs Amy Stuart yang selama tujuh belas tahun merawat dan membesarkan anak muda yang tergesa tadi yang bernama Kwizy, yaitu anak dari Mr Hans Stuart dan Mrs Linda Whatz, yang telah meninggal tujuh belas tahun lalu dalam sebuah kecelakan yang terjadi di bukit Zike sehingga mengakibatkan mobil yang ditumpanginya terlempar ke dasar jurang

Mr Hans menghembuskan nafas terakhirnya sewaktu dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sedangkan Mrs Linda yang saat itu tengah memiliki kandungan yang telah genap berusia sembilan bulan, menghembuskan nafas terkahirnya setelah bayi yang di kandungnya terlahir dengan sendirinya, saat baru sampai di halaman rumah sakit.

Kejadian tragis dan memilukan itu masih tergambar jelas dalam ingatan Mrs Amy meski kini usianya telah menginjak yang ke delapan puluh tahun.
keseharian Mrs Amy yang punggungnya mulai membungkuk bahkan rambutnya yang dulu sangat indah namun kini telah memutih kesemuanya itu dihabiskannya dengan menyibukkan diri dengan merawat tanaman-tanaman hias di belakang rumahnya, karena usaha satu-satunya yang menjadi penunjang ekonomi keluaga peninggalan mendiang suaminya, kini telah disita oleh pihak Bank karena sengketa tanah dan hal lain yang dirinya sendiri tak begitu mengerti, dan memilih diam dan pasrah atas keputusan itu.

tak terasa butiran air mata mulai membasahi kulit pipinya yang kering setelah adegan memilukan tadi berkelebatan dalam ingatannya.
disekanya air mata itu perlahan dengan tangannya yang ringkih dan kembali melangkah menuju dapur dengan langkah gontai dan meletakkan lagi kotak rotinya. dan bergegas menuju gudang kecil disamping dapur, mengambil beberapa peralatan untuk kembali menenggelamkan dirinya dengan tanaman-tanaman hiasnya di belakang rumah.
Bola matanya yang kebiruan menjadi sangat beringas memeriksa satu-persatu tanaman-tanamannya yang mulai di tumbuhi rumput-rumput liar setelah hampir dua minggu di tinggalkannya untuk berlibur musim panas bersama Kwizy ke INUE Beach di sebelah utara kota Myahion, dan menginap di sebuah Flat sederhana milik Mrs Jean Stuart yang merupakan adik dari Mrs Amy.

Hari senin ini adalah hari pertama Kwizy kembali memasuki sekolah setelah berlibur musim panas, namun anak yang terbilang selalu Nervous itu sangat bersemangat untuk memulai hari pertamanya di musim ini.
begitu juga dengan Moty teman satu kelas juga teman sepermainan Kwizy yang berangkat bersama pagi tadi dengan langkah-langkah lebarnya dan senyum dan tawa riang membicarakan pengalaman berliburnya kepada sahabatnya itu.

saat jam istirahat terlihat Kwizy tengah duduk sendiri di kantin ditemani segelas Orange jus yang sama sekali belum di sentuhnya.
Riuh hilir mudik anak-anak dengan berkelompok-kelompok yang melintasi di depan Kwizy hampir semuanya memicingkan matanya kepada Kwizy seolah mereka tengah menangkap sebuah pemandangan yang sama sekali menjijikkan atau 'ANEH' di mata mereka.
dari balik bilik kantin terlihat Moty tengah bersusah payah membawa beberapa makanan dan minuman dengan menggunakan nampan, menyempal diantara gerombolan anak-anak yang lainnya yang memadati kantin kecil yang tengah di renovasi itu.
Moty tersenyum bangga begitu sampai di meja Kwizy sambil meletakkan bawaannya di atas meja. dan mengambil posisi duduk yang nyaman menurutya dengan memiringkan bangku,

Sysnix Necklace lanjutan Bab-1

oleh Kcng Haber pada 27 Agustus 2010 jam 21:35
"Kwizy !". ucap Moty disela kunyahannya yang cepat, sambil sibuk pula merapikan buku-buku tentang Anton Szandor La Vey yang berjudul Walpurgisnacht  atau hari raya para Satanis, dan sebuah buku tebal berwarna hitam yang diletakkannya paling atas yang bertuliskan The Book Of Coming Forth by Night yang merupakan kitab para pemuja setan, meskipun Moty bukan pemuja setan tapi si kutu buku ini sangat tertarik sekali untuk mengetahui lebih dalam tentang eksistensi mereka.

"tadi Alen mencarimu..". lanjut Moty sambil meraup setumpuk kentang goreng lalu menjejalkan kemulutnya. Kwizy tak menjawab dia terus saja mengaduk-aduk  isi gelasnya yang berwarna orange menggunakan sedotan.

tiba-tiba meja mereka bergetar keras sampai minuman Moty tumpah, terlebih gelas minuman milik kwizy yang tertimpa sepatu kotor yang mendarat tepat di gelas minumannya hingga terlempar dan jatuh. gelegar tawa meledak dari arah belakang kwizy dan Moty

"ha ha ha .....rupanya sedang ada Reuni orang-orang aneh  dikantin ini..!". suara Jams menggelegar di tengah bisingnya suasana kantin. Jams dan Gengnya merapat ke meja Kwizy dan Moty lalu mengelilingi meja itu.

"hei, Jon. ambil gelas itu" perintah Jams kepada salah satu anggotanya yang berbadan kurus dan wajahnya tirus mirip bajing itu pun dengan patuh mengambilkan.

"ini Bos,". si Jon menyodorkan

"siramkan kepada mereka.!!". Jams memerintahkan sambil mengangkat kedua belah tangannya sambil menunjuk tepat ke arah hidung Kwizy dan MOty. lalu dengan patuh si muka bajing itu melakukannya sampai kepala dan wajah Kwizy juga Moty banjir oleh Orange jus yang di ambil dari meja sebelahnya itu. suasana kantin menjadi semakin berisik semua murid yang menyaksikan kejadian itu terbahak menertawakan kwizy dan Moty. sampai kelompok Jams melenggang dengan gaya jagoan meningalkan meja Kwizy barulah semuanya diam, menatap dengan pandangan meledek.
Kwizy hanya menahan kemarahannya dalam hati, bola matanya menyala tajam di penuhi kebencian. tapi dia dan Moty yang kerap kali di hina dan di lecehkan, sama sekali tak mampu membalasnya, hanya karena Jams adalah anak tunggal dari pemilik sekolahan itu.

"keterlaluan !!". dengis MOty yang sibuk mengeringkan buku-bukunya.

"sudahlah kawan.." desah Kizy pelan.

"ini sudah keterlaluan. Tuan Stuwart..!!". tegas Moty dengan menyebut nama belakang Kwizy, tapi Kwizy hanya diam seolah tenanag-tenang saja sambil mengelap mukanya dengan tisyu. padahal di balik bola matanya yang mengilat tersimpan kemarahan melebihi Moty kepada Jams.

"sudahlah Bel sudah berbunyi".
"ayo rapikan bukumu.." Bujuk Kwizy sambil bangun dari duduknya dan merapikan celana hitamnyanya yang berkerut-kerut. Moty merapikan bukunya dengan tergesa lalu bergegas mengikuti Kwizy dari belakang dan memasuki kelas terakhir.

setelah mata pelajaran terakhir usai, semua murid menghambur saling mendahului untuk keluar kelas, dan sangat ribut. tapi Kwizy dan Moty masih di tempatnya sampai kelas kosong , Moty yang duduk di bangku belakang berjalan gontai menghampiri Kwizy. "ayo kita pulang kawan'. ajak Moty, Kwizy bangun dengan malas-malasan lalu berjalan menyusuri lorong-lorong yang memisahkan dua belah bilik-bilik kelas, yang saat itu sudah sangat sepi. mereka menuruni tangga pertama lalu berbelok sebelum kantor para guru, lalu menuruni tangga kedua dan menyelinap menyusuri belakang gedung sekolah  lalu keluar melalui gerbang belakang sekolah.

mereka masih saling diam memikirkan penghinaan besar-besaran yang di lakukan Jams di kantin tadi. sampai mereka tiba di sebuah taman kecil di belakang sekolah yang dilengkapi dengan bangku-bangku besi, ayunan-ayunan juga bangku melingkar dari beton yang disamping-sampingnya selalu tersedia tempat sampah yang menggantung dengan dua warna yang berbeda.

taman kecil  itu memiliki banyak jenis tanaman selain pohon oak  yang berdahan rimbun, tapi Kwizy lebih suka dengan pohon yang rimbun itu. langkahnya terhenti setelah melewati pagar ketiga dari gerbang belakang sekolahnya, pandangannya tertuju ke sebongkah batu besar yang terletak di tengah taman itu.

"Moty, kau lihat itu.!". ujar Kwizy sambil melambaikan tangannya kepada Moty yang tertinggal beberapa langkah darinya.

"yang mana?". bola mata Moty mencari-cari yang dimaksud kwizy

"batu itu maksudmu?". tambah Moty

"ya, tapi yang di atasnya". jawab Kwizy cepat. mata moty semakin melotot untuk mempertajam. tapi tetap tak mendapatkan apa-apa selain sebongkah Batu besar yang di lilit tumbuhan merambat.

"kau tak melihat burung besar itu!!?". tegas Kwizy sambil menjentikkan jari telunjuknya.

"sudahlah kwizy, Mungkin kau butuh istirahat". desah Moty sambil melangkah lebih dulu

# sysnix necklace lanjutan Bab-1

oleh Kcng Haber pada 27 Agustus 2010 jam 21:34
"ya ampun!". desah Kwizy sebal, sambil melangkah mengikuti Moty berusaha untuk tak percaya dengan yang baru dilihatnya barusan "burung itu terlalu nyata dan aneh bagiku"  desah Kwizy

"kau akan datang nanti malam?". tanya MOty saat Kwizy berhasil menyusulnya.

"konser di taman maksudmu?".

"yap! aku sudah lama menunggu saat ini". kata Moty dengan nada bangga

"Ya........karena kau pengagum mereka".

"tidak juga , aku hanya ingin memastikan dan ingin melihat lebih dekat, apakah Band Losui yang kabarnya berbau satanis dan juga pengagum berat Band Morbid Anggel ini akan melakukan hal yang sama sebelum pentas dimulai".

"maksudmu?". Kwizy memotong

"Yeeahh....seperti meminum darahnya sendiri, atau memotong kelinci sebagai ritualnya mungkin" ucap Moty memberi penjelasan


"kau tahu Kwizy........" tanya MOty, Kwizy hanya memicingkan mata menunggu Moty melanjutkan.

"salah satu personel Morbid Angel yang meminum darahnya sendiri itu mengaku sebagai Vampir yang berusia 300 tahun". lanjut Moty

" Hei...!! aku hampir lupa ", Moty menghentikan langkahnya

"tadi kau di cari Alen".

"aku sudah tahu...". jawab Kwizy bernada malas

"iyea....maksudku....dia sepertinya semakin bersemangat mengejarmu Kwizy".

"ya...aku sudah tahu apa yang akan di lakukan Alen, paling dia akan menanyakan hal sama seperti minggu lalu.
 minggu ini aku akan kemana? lalu mengajak nonton Film komedi yang aneh dan membosankan. dan dia terbahak sendiri sedangkan aku hanya duduk manis sambil memegang sekotak popcorn seperti bayi yang sedang mengompol".

"apa.....!!" Moty menutupkan telapak tanganya ke mulut, seperti perempuan tua yang sedang kaget

"jadi.......kalian minggu lalu itu........".

"Oh......sudahlah....Moty". rengek Kwizy , tapi moti malah terus terkekeh.

"jadi nanti malam kau jadi ikut kan?". tanya MOty sambil melihat kiri-kanan memasitikan tak ada kendaraan saat menyeberangi jalan.

"Yap! jawab Kwizy cepat . lalu mereka menteberangi jalan, dan memasuki lorong kecil.melewati dua toko besar, berjalan diantara dua pohon. dan berpisah di simpang. "oke sampai nanti kawan..". ujar Kwizy samil melangkah cepat berbelok ke arah kiri melewati rumah si tua Jo. yang halamannya di penuhi bermacam jenis bunga, geranium, petunia, priwinkle, dan Marigold.
melewati beberapa rumah yang kebanyakan bergaya sama dengan cat berwarna cerah dan kontras dengan jendela di atap. lalu berbelok dan membuka pintu gerbang yang terbuat dari kayu kasar cedar   lalu membukanya.

"aku pulang". ucap Kwizy saat memasuki rumah, melangkah ringan di atas lantai kayu yang membuat suara berdecit akibat gesekan sepatunya, lalu menjatuhkan tasnya di atas sofa berwarna Magnolia melewati lemari kayu yang di cat berwarna pastel Norak menuju dapur. membuka lemari es mengambil sebotol air mineral dan meneggaknya sambil berjalan mengitari dapur, lalu  tembus ke halaman belakang rumah,

terlihat nenk Amy sedang sibuk dengan skop-nya memberi pupuk-pupuk untuk tanamannya. Nenek Amy menoleh kepada Kwizy lalu bangkit meninggalkan kegiatannya, langkahnya sangat lamban. setelah dekat dia langsung melepas sarungtangan kumunya dan menghempaskan ke dalam pot kosong di balik bangku.

"kenapa tak membawa rotimu tadi pagi" ujar Nenek Amy sambil meraih bangku lalu duduk perlahan. Kwizy hanya mengangguk memandangi baju Nenek Amy yang kotor terkena pupuk, namun giginya sangat berkilau saat ia menyeringai kepada Kwizy.
"kau kenapa Kwizy?" tanya Nenek Amy lembut seolah ikut merasakan sakit hati yang di alami Kwizy akibat penghinaan Jams.

"tidak apa-apa". jawab Kwizy berusaha menyembunyikan mimik wajah yang emosinya,  bergegas menuangkan air untuk neneknya dan mengambil skop yang tergantung di dinding belakang rumah lalu meneruskan memberi pupuk untuk tanaman yang di tinggal oleh neneknya, punggung Kwizy tersorot mata hari, baru beberapa detik memupuki tanamannya bajunya sudah di banjiri keringat.

sementara Kwizy sibuk membantu Neneknya memupuki tanamannya, Moty yang semangat akan menonton konser nanti malam sedang sibuk memilih-milih setelan warna hitam-hitam yang akan di kenakannya menonton nanti, hampir seisi lemarinya di tumpahkan tapi tak ada baju berwarna hitam selain kaus yang sudah sedikit robek di bagian punggungnya, sedangkan yang lainya berwarna cerah, hijau, kuning , biru, putih.

"ah....tak apa lah. ini sudah cukup mewakili". gumam Moty sambil berlenggak-lenggok di depan cermin.

"Mot......kemari.....!!". suara Ibunya berteriak dari lantai bawah.

"yeah..pasti disuruh membantu mengecat pagar belakang. menyebalkan!! gerutu Moty. sambil  berjalan keluar kamarnya menuruni tangga yang melingkar. dan benar saja ternyata Ibunya sedang berdiri di samping meja ruang keluarga sambil menenteng dua kaleng cat. lalu menyeringai lebar kepada Moty.

"Hei,!.......... ada apa denganmu?", tanya Ibunya dengan Mimik wajah heranmelihat dandanan MOty yang aneh, Moty diam sambil menarik-narik ujung bajunya. ibunya mengangkat kaleng catnya.

"Menurutmu Hijau muda atau Hijau tua?"

"apa bedanya?".

"jelas yang ini muda, dan yang ini tua, yang mana menurutmu?"

"yang itu!". Moty menunjuk kaleng yang di tangan kanan Ibunya, lalu ibunya mengernyitkan kening menandakan tak setuju.

"Yang muda?". tanya Ibunya bernada Kecewa

"Ohh...tidak-tidak...Maksudku yang itu!!". Moty berganti menunjuk kaleng cat yang di sebelah kiri, lalu ibunya menyeringai lebar.

"emmhhh....sepertinya yang Muda juga Boleh....". ujar Ibunya sambil melangkah riang dan bergumam menirukan lagu tahun 60an yang biasa diputarnya.

"aneh sekali Mum!!". bisik Moty dan bergegas kembali masuk kedalam kamarnya.

Hampir satujam lebih Moty berdiri di depan cermin hanya untuk menata rambut kritingnya, dan sebetulnya tanpa harus memakai maskara yag tebalpun Moty sudah terlihat aneh dengan giginya yang seperti kelinci juga kaca mata minus berbentuk bulat dan tebalnya itu. dan untuk menambah percaya dirinya saat menonton konser nanti malam.

Moty langsung menghampiri Meja belajarnya yang lebih mirip dengan toko buku bekas, lalu membuka buku yang berjudul The Book Of coming Forth by Night-nya lalu mulai membuka lembar demi lembar untuk menghafal poin-poin penting tentang satanisme.
setelah dirasa cukup mengingat ciri-ciri mereka para penganut sekte itu moty beranjak dari kamarnya, menutup pintu kamar dengan perlahan sampai tak menimbulkan bunyi, menuruni tangga dengan cara menjinjitkan kaki, dan menyelinap diruang tengah sampai menuju pintu depan rumah agar tak kepergok oelh ibunya yang pasti sudah siap akan mengomentarinya panjang pendek soal dandanan-nya yang aneh itu.

sambil mengatur nafas masih tetap berdiri di balik pintu rumahnya, Moty memandangi suasanan jalanan di halaman rumahnya yang mulai di hiasi lampu-lampu jalan yang nyala berwarna kekuningan, seolah menantang jiwa undergroundnya untuk bergerak lebih cepat keluar dari rumah melewati pagar kayunya dan melangkah dengan pasti menuju pondok Kwizy.

ketika sampai di rumah Kwizy. Nenek Amy yang sedang duduk di bangku kayu di teras rumahnya itu terperanjat sok, saat melihat Moty berdiri tepat di hadapannya. dan menatap ngeri kepada Moty dengan bibir yang terkunci tak mengeluarkan sedikitpun suara.
"hai Mot...!!'. sapa Kwizy saat membuka pintu , allu dengan cepat menarik tangan Moty untuk segera pergi dari rumah agar tak lebih lama lagi membuat Nenknya ketakutan oelh dandanannya itu.

"Aku pulang tengah malam ". kata Kwizy sedikit berteriak saat menutup pintu gerbang kayunya yang berderit.

"apa-apaan kau ini Mot..!!'.

"memangnya ada yang salah denganku?". tanya MOty polos.

"TIDAK!! sama seklai...!!". jawab Kwizy menyindir.

Kwizy hanya mengenakan Sweater hitam dengan Jeans biru yang sudah agak pudar, tanpa embel-embel maskara tebal ataupun Gell eneh  untuk rambut lurusnya yang berwarna coklat mengkilat itu.

Mereka berjalan sangat cepat terkesan tergesa, sambil memasukkan telapak tangannya kedalam saku sweaternya Kwizy berjalan agak lebih di depan. sedangkan Moty sambil berjalan masih tetap sibuk menata rambut kritingnya yang lengket.

acara di taman PANKOLI sudah akan di mulai, cek sound yang dilakukan panitia acara terdengar oleh Kwizy dan Moty yang masih harus melewati dua blok lagi menuju taman pANKOLI.
Moty mempercepat langkahnya hingga berjalan sejajar dengan Kwizy.

"kau tampak Gugup Kwizy" kata Moty sambil terengah.

"Tidak!!".

"aku lihat Kau gugup".

"tidak MOty..".

"tapi sepertinya Kau gugup".

"oke....aku gugup lalu apa lagi...!!". tegas Kwizy sambil menoleh cepat.

"hei........lihat itu" tangan Moty diangkat tinggi menunjuk kearah panggung.
"Wuahhh....besar sekali yah...". lanjut Moty

Moty semkain mempercepat langkahnya bahkan mendahului Kwizy, saat matanya menagkap sesosok wanita sedang mnyender di pohon pinus kecil.

"Hai....Alen...!!" sapa Moty bersemangat, Alen menoleh dan tersenyum.

"Hai...kau tampak.....

"keren maksudmu......?". sambar Moty

"hyia...."jawab Alen sambil mendesah, karena sudah jelas bukan itu yang dimaksudnya.

"Hai Kwizy........!!'.

"kau tak memberi tahuku kalau akan menonton konser ini juga?".

"hmmhhh.....aku...aku di ajak MOty.." Kwizy memicingkan mata kepada Moty,

"ayo kita kesana " Moty menukas, lalu berjalan lebih dulu memasuki kerumunan penonton yang hampir semuanya berpakaian serba hitam.

## sysnix necklace Bab-1 lanjutan lagi

oleh Kcng Haber pada 27 Agustus 2010 jam 21:31
 mereka menyempal di kepadatan penonton, seperti memasuki belantara hutan yang teramat pekat akibat kostum serba hitam yang dikenakan para penonton itu.
 Dengan gigih Moty memakssa Kwizy bersusah payah untuk menembus lautan manusia itu untuk mencapai kegaris depan dekat panggung,

 meski berkali-kali rintihan Alen terdengar setiap kali dadanya tersikut kasar oleh penonton yang lainya tapi Moty seolah tak menghiraukannya dia terus saja mengotot mengajak Kwizy terus menembus kepadatan itu hingga akhirnya mereka pun berhasil tepat berada di depan panggung dan berdiri di pembatasnya.



Bola mata Moty berkilatan ketika personel  Band LOSUI dengan gagah menaiki panggung.

 Dan ketika itulah mendadak tubuh Kwizy mengguncang hebat, Bola matanya melotot seperti ketakutn. Karena panggung besar dan gemerlap disinari oleh puluhan lampu blitz yang berwarna-warni itu tiba-tiba menjadi sangat menyeramkan bagi Kwizy,



suasana mendadak menjadi sangat mencekam dan menjadi pekat seolah puluhan lampu Blitz yang terang benderang menyrot kesegala penjuru itu nyaris tertelan oleh kegelapan yang terjadi secara tiba-tiba itu.




Bau  amis darah yang di siramkan ke ujung-ujung panggung, juga asap dupa yang di bawa berkeliling panggung oleh personel Band LOSUI terasa sangat menyengat dan menyesakkan bagi Kwizy.
Tiba-tiba angin menggulung-gulung seperti badai topan menerpa tubuh Kwizy sampai tubuhnya terhempas ketanah, dan udara menjadi sedingin es baginya.





Hingar-bingar suara penonton  dan dentuman music latar tak terdengar lagi, yag terdengar hanya gemuruh angin yang memekakkan telinga. Seolah dunia nyata Kwizy hilang  dan memasuki dunia lain, karena Kwizy merasa hanya sendiri di sana. Di tengah kegelapan yang amat mencekam itu.





Bola matanya menyapu ke seluruh penjuru, tapi tak mendapatkan apa-apa selain hitam pekat.  Ketika kwizy menegadah kepala kelangit. Ternyata kegelapan itu disebabkan oleh  sosok aneh yang yang memiliki sayap amat sangat besar, sampai sayap berwarna hitam itu seolah memenuhi seluruh lagit.




" apakah ini yang bernama  SET   yang dipuja sekte  satanisme dewa  tandingan HOnduras ?". Gumam Kwizy  dalam hati,


 Ketakutan semakin merasuki  setiap inci tubuh Kwizy yang berkeringat. Dan semakin tak dapat mengendalikan diri dan akal sehatanya saat sepasang bola mata yang merah menyala  sebesar bulan, menatap tajam seolah siap menelannya.

Kwizy berlari sekuat tenaganya, berlari tunggang-langgang sampai berkali-kali terjatuh , bagun lagi dan jatuh lagi seolah tak merasakan rasa sakit akibat kulitnya yang baret-baret akibat tergusur ketanah  kasar itu, dia terus berlari.  Tenggorokannya seperti tersumbat tak dapat berteriak.





Dia terus berlari di tengah kegelapan tanpa tau arah,  sayap lebar yang dilangit itu mengepak dengan keras hingga menimbulkan angin yang sanagt besar sampai  tubuh Kwizy  terjungkal berkali-kali.
 Di tengah kepanikannya terdengar suara yang tak berwujud memanggil-mangil namanya , Kwizy mencari-cari  darimana asal suara itu, semakin keras dan semakin keras suara itu menggema memanggil-mangil  namanya.





"KwiZY....!! KWIZY.............!!  Asal suara yang memanggil namanya itu belum juga di temukan. Tapi suara itu semakin memekakkan telinga dan terdengar semakin jelas.


KWIZYYYYY..............!!.........DUAARR..!!.............





Tiba-tiba kegelapan lenyap dengan sendirinya, suara-suara gemuruh musik  Band LOSUI , dan teriakan teriakan penonton mulai terdengar olehnya,
 "YA  AMpUN ........Kwizy  kau kenapa..........?!!".  Tanya Moty cemas sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kwizy yang terkulai lemas  dibawah pohon pinus jauh diluar arena konser.



 "apa yang terjadi padaku Moty ......??!!".



 "ya ampun kau tadi berlari-lari  aneh seperti kesetanan!! Menabrak-nabrak penonton yang lainya". Jawab  Moty, dan langsung di susul oleh Alen

 "kami  berusaha menenangkanmu, tapi kau terlalu kuat Kwizy, kami tak dapat menahanmu berlari –lari sampai kau terhenti di sini setelah menabrak pohon ini" tambah Alen  sambil menatap  cemas.



 "kepalamu berdarah..". Moty mengelapnya menggunakan saputangan.



 Kwizy berusaha berdiri di bantu oleh Moty, pikirannya masih melayang-layang teriangat kejadian menakutkan tadi.


 "kau kenapa Kwizy....?!". tanay Moty sambil menggandengnya untuk duduk di bangku besi.


 "Aku tak tahu Mot...". Jawab Kwizy menyembunyikan,  kalaupun ku  ceritakan mungkin kalian  tak akan percaya"  bisik Kwizy dalam hati.



 "ya sudah kita pulang saja!". Moty mengusulkan.



 "tapi konsernya..............?". Tanya Kwizy sambil menatap Alen dan Moty.


"Ah...sudahlah....".



 "mari kubantu..." alen menawarkan diri untuk memapah Kwizy



 "oh,...tidak aku masih bisa sendiri ko..".



 Sepanjang perjalanan pulang bayangan sayap  dan bola mata merah menyeramkan it u  terus saja menghantu Kwizy,





"apakah tadi itu yang bernama  SET, ataukah dewi Amira?.."  Kwizy menebak-nebak dalam hati